NO | SPECIES | TL (mm) | T (mm) | HF(mm) | E(mm) | M(mm) | WARNA BULU | |
ATAS | BAWAH | |||||||
1 | Rattus novergicus / tikus riol | 310-460 | 160-210 | 40-47 | 18-24 | 3+3=12 | coklat hitam kelabu | coklat kelabu |
2 | Rattus exulans / tikus ladang | 139-365 | 108-147 | 24-35 | Nop-28 | 2+2=8 | coklat kelabu | putih kelabu |
3 | Rattus tiomanicus / tikus belukar, tikus pohon | 245-397 | 123-225 | 24-42 | Des-29 | 2+3=10 | coklat kelabu | putih kelabu |
4 | Rattus niviventer / tikus dada putih | 187-370 | 100-210 | 18-33 | 16-32 | 2+2=8 | kuning coklat kemerahan | putih berbulu keras |
5 | Rattus tanezumi / tikus rumah | 220-460 | 120-250 | 30-37 | 19-23 | 2+3=10 | coklat hitam kelabu | coklat hitam kelabu |
6 | Rattus argentiventer / tikus sawah | 270-370 | 130-192 | 32-39 | 18-21 | 3+3=12 | coklat berbintik-bintik putih | kelabu kelabu |
7 | Bandicota indica / wirok besar | 400-580 | 160-315 | 47-53 | 29-32 | 3+3=12 | coklat hitam | coklat hitam |
8 | Bandicota bengalensis / wirok kecil | 360-510 | 150-250 | 45-55 | 29-33 | 3+3=12 | hitam | hitam |
9 | Mus musculus / mencit rumah | 125-210 | 70-110 | 12-18 | 9-12 | 3+2=10 | coklat hitam kelabu | coklat hitam kelabu |
KET. | TL ( Total Length ) | = Panjang keseluruhan | ||||||
T ( Tail ) | = Panjang Ekor | |||||||
HF (Hind Foot) | = Telapak kaki belakang | |||||||
E ( Ear ) | = Telinga | |||||||
M ( Mammae ) | = Jumlah puting susu |
Selasa, 25 Februari 2014
KUNCI PENGENALAN / IDENTIFIKASI TIKUS
Jumat, 24 Mei 2013
Senin, 08 April 2013
Mengenal tikus
Tikus termasuk dalam binatang pengerat (Ordo Rodentia, rodere : mengerat). Subordo Myomorpha (tikus) merupakan kelompok terbesar dalam ordo Rodentia. Para ahli hewan sepakat menggolongkan tikus ke dalam kingdom Animalia, filum Chordata, subfilum Vertebrata, kelas Mammalia, ordo Rodentia, subordo Myomorpha, famili Muridae, subfamili Murinae, genus Bandicota, Rattus dan Mus.
Ciri paling utama semua Rodentia adalah kemampuannya mengerat benda-benda dengan sepasang gigi seri yang besar, tidak memiliki gigi taring (canina) dan gigi geraham depan (premolar), sehingga diantara gigi seri dan geraham belakang (molar) terdapat celah yang disebut diastema, Celah ini berfungsi untuk membuang kotoran yang ikut terbawa bersama dengan pakannya masuk kedalam mulut. Misalnya benda asing atau serpihan kayu yang terlapau besar yang mampu membuatnya tersedak akan keluar melalui rongga yang terdapat antara gigi seri dan gigi gerahamnya. Pada lapisan luar gigi seri terdapat email yang amat keras, sedangkan bagian dalamnya tanpa lapisan email sehingga mudah aus. Selisih kecepatan ausnya ini membuat gigi itu selalu tajam. Gigi seri tersebut tumbuh terus menerus dan untuk mengurangi pertumbuhan gigi seri yang dapat membahayakan dirinya sendiri, maka tikus selalu mengerat benda apapun yang ia jumpai. Kekhasan lain pada mulut Rodentia adalah cara penyaringan makanan yang tidak layak dimakan.
Tikus dapat menjadi inang dari vektor beberapa penyakit. Tikus juga dapat merugikan manusia karena menghabiskan dan merusak makanan, tanaman, barang-barang dan lain-lain. Kehidupan tikus disebut juga commensal yaitu makan dan tinggal di dekat kehidupan manusia.
Dilihat dari sudut estetika dan pelayanan umum, tikus dapat menimbulkan citra kurang baik karena mengganggu ketenangan dan kenyamanan, terutama, bila dihubungkan dengan bidang pariwisata.
Kamis, 21 Februari 2013
DUNIA ENTOMOLOG KESEHATAN
SEKILAS TENTANG ENTOMOLOG
KESEHATAN
1A. Pengamatan
vektor/serangga pengganggu adalah kegiatan yang bersifat rutin untuk mengetahui
fluktuasi populasi vektor/serangga pengganggu
2B. Penyelidikan
vektor/serangga pengganggu adalah kegiatan yang bersifat insidentil/sewaktu
untuk mengetahui hal-hal yang perlu diketahui tentang vektor/serangga
pengganggu dan metoda pemberantasannya/pengendaliannya
3C. Pemberantasan
vektor/serangga pengganggu adalah upaya menekan populasi vektor/serangga
pengganggu untuk mencegah penularan penyakit atau untuk meningkatkan kenyamanan
hidup manusia dengan cara-cara yang aman terhadap manusia
Rabu, 12 September 2012
Praktek pengendalian vektor malaria
![]() |
Peserta ikut nampang juga disaat rehat |
![]() |
Praktek 1 |
![]() |
Simulasi pengendalian vektor malaria |
![]() |
Alat spray |
SYARAT-SYARAT PENYEMPROTAN RUMAH
(MENURUT WHO) :
Harus memenuhi 4 persyaratan, yaitu :
1. Cakupan bangunan yang disemprot (Coverage) diatas 80%)
Bangunan / Rumah adalah :
- Tempat tinggal yang dihuni malam hari
- Kandang ternak
- Tempat umum : masjid, gardu siskamling, dll
Serba serbi Pelatihan
![]() |
Praktek IRS |
![]() |
Pose MOT, Narasumber dan Peserta |
![]() |
Karaoke bersama |
PERALATAN DAN PAKAIAN PELINDUNG
PENYEMPROT
1. Ember plastik 10 liter : 1 buah
2. Corong dengan saringan : 1 buah
3. Tas tempat inteksida : 1 buah
4. Pakaian lapangan model montir : 2 stel
- Lengan panjang
- Celana model “Cut brai”
- 75% ukuran besar : L
5. Sarung tangan plastik 2 pasang
6. Sepatu lars karet : 1 pasang
7. Face Shield (topeng plastik) : 1 buah
8. Masker Disposible : 10-15 buah/siklus
9. Topi lebar menutupi bahu : 1 buah
10 Sabun cuci : 3 batang / siklus
11 Kain lap (pel) : 1 lembar/siklus
Pengendalian vektor dan serangga pengganggu
![]() |
Pengamatan serangga pengganggu |
![]() | |
Penyampaian materi pengendalian vektor |
![]() |
Praktek penggunaan mist blower 1 |
![]() |
Penjelasan alat |
![]() |
Praktek Fogging |
![]() |
Praktek penggunaan mist blower 2 |
![]() |
Pengenalan alat |
PENYEMPROTAN RUMAH
(IRS : INDOOR RESIDUAL SPRAYING)
Dianggap paling cepat dan besar manfaatnya untuk memutuskan rantai penularan
Langganan:
Postingan (Atom)